Mari Belajar Cara Menanam Bawang Putih

Bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur yang tidak dapat absen dalam memasak. Cita rasa yang dihasilkan oleh bawang putih dikenal tidak dapat digantikan oleh bumbu lainnya. Rasa gurih dan sedap serta baunya yang wangi menjadi penambah nilai nikmat dari masakan tentunya. Bawang putih yang memiliki nama latin Allium sativum ternyata juga bermanfaat sebagai obat tradisional beberapa penyakit. Penyakit tersebut antara lain darah tinggi, reumatik, jerawat, dan lain-lain.

Kebutuhan akan bawang putih tentu sangatlah tinggi karena khasiat dan manfaatnya. Selain di dalam negeri, bawang putih juga sangatlah populer di luar negeri. Permintaan akan impor bawang putih tak kalah dengan permintaan dalam negeri. Kebutuhan yang terus meningkat ini , sayangnya tidak didukung oleh keberadaan budidaya bawang putih yang tidak terlalu banyak dibandingkan tanaman lain.

bawang putih

Tanaman bawang putih terkesan sulit dibudidayakan oleh para petani. Padahal faktanya, cara menanam bawang putih sama sekali tidak sulit. Hanya saja perlu kehati-hatian lebih di setiap proses, mulai dari awal penanaman hingga pemanenan. Jadi, silahkan kita pelajari bersama bagaimana cara menanam bawang putih yang baik dan benar.

Cara Menanam Bawang Putih

Persiapan media tanam

Media tanam untuk tanaman bawang putih adalah tanah. Namun, tidak bisa hanya sembarang tanah tanpa diolah terlebih dahulu. Diperlukan suatu proses pengolahan tanah untuk menyiapkan media tanam yang cocok. Media tanam untuk bawang putih haruslah tanah lempung berpasir dan sangat gembur teksturnya. Untuk upaya menggemburkan tanah dapat dilakukan dengan mencangkul tanah sedalam 30 cm kira-kira. Setelahnya dapat dilakukan pemeriksaan pH. Tingkat keasaman tanah atau pH tanah ideal untuk menanam bawang putih adalah pada rentang minimal 5,5 dan maksimal 7. Jika belum berada pada tingkat keasaman yang dibutuhkan, maka dapat dilakukan pencampuran dolomite untuk mengatasinya.

Jika persiapan kualitas tanah sudah selesai dilakukan, lanjutkan dengan membuat bedengan. Bedengan dibuat sebagai tempat bibit akan ditebarkan. Buatlah juga parit antar bedengan untuk memudahkan pengairan pada masing-masing bedengan. Jika sudah terbentuk bedengan dan paritnya, maka selanjutnya proses penanaman dapat dilakukan

Penanaman

Bibit dari tanaman bawang putih bentuknya adalah umbi bibit. Untuk memulai proses penanaman, pilihlah umbi bibit yang unggul dan ukurannya seragam. Tanamlah umbi bibit tersebut ke dalam tanah sekitar hingga 3 cm. Seperti pada tanaman umumnya, perlu dibuat jarak antar penanaman umbi bibit. Jarak untuk tanaman bawang disesuaikan dengan ukuran siung bibit yang ditanam. Misalkan ukurannya adalah lebih dari 1,5 gram per siung, maka jaraknya haruslah minimal 20 cm x 20 cm. Namun jika kurang dari berat tersebut, jarak penanaman dapat dibuat dengan ukuran 15 cm x 15 cm.

Pemupukan

Pupuk yang digunakan dalam penanaman bawang putih pada umumnya adalah pupuk kandang atau kompos dan pupuk fosfor serta kalium. Pupuk-pupuk ini biasanya sudah diberikan pertama kali sewaktu penanaman. Masing-masing pupuk dapat diberikan dengan periode waktu paling lama 1 bulan sekali. Namun, perlu diperhatikan jika tanaman bawang putih anda adalah bawang putih organik. Terdapat perbedaan pupuk yang harus digunakan, seperti pupuk cair organik yang sedang menjadi tren saat ini.

Pemulsaan

Merupakan bentuk perawatan yang dilakukan pada tanaman bawang putih anda ketika musim kemarau. Perawatan ini dilakukan menggunakan mulsa jerami untuk meningkatkan suhu tanah dan membantu proses pertumbuhan tanaman bawang putih.

Pengairan

Merupakan bentuk perawatan yang harus dilakukan secara rutin namun dengan dosis yang disesuaikan. Sebelumnya telah dibuat parit antar bedengan, bukan? Gunakanlah parit tersebut sebagai wadah pengairan. Genangi parit secukupnya dan lakukan sebanyak dua kali seminggu di awal penanaman. Seiring berjalannya waktu, pengairan dapat dikurangin intensitasnya menjadi dua minggu sekali.

Pemangkasan

Merupakan bentuk perawatan dengan menyiangi rumput pengganggu pertumbuhan yang ada di sekitar tanaman. Lakukan jika terlihat ada tanaman liar yang mengganggu tanaman dan merusaknya.

Pencegahan hama dan penyakit

Dilakukan mulai dari penanaman awal dengan memilih bibit bebas hama dan penyakit. Selanjutnya dilanjutkan dengan rutin melakukan sanitasi serta penyemprotan pestisida. Lakukan sesuai kebutuhan dan hindari penyemprotan anti hama mendekati masa panen.

Pemanenan

Bawang putih dapat dipanen pada jangka waktu 3 bulan atau 4 bulan. Lakukan pemanenan dengan mencabut hingga umbi keluar dari bawah tanah. Tanda-tanda tanaman bawang putih siap panen dapat dilihat dari daun yang menguning dan layu mencapai lebih dari 50%. Jika sudah dipanen, ikatlah bawang dengan jumlah 30 rumpun per ikat lalu jemur hingga bagian batangnya kering. Penjemuran yang maksimal biasanya berada pada masa waktu sekitar dua minggu.

Berikut tadi telah kita ketahui bersama-sama bagaimana cara menanam bawang putih yang baik dan benar. Terdapat banyak anjuran iya dan anjuran tidak, bukan? Itulah pentingnya mengetahui terlebih dahulu cara menanam bawang putih sebelum memulai. Jadi, karena sekarang kita sudah mengetahuinya, marilah kita mulai menanam sendiri bawang putih kebutuhan kita.

Mari Belajar Cara Menanam Bawang Putih | carakumenanam | 4.5 |